Putusan terkait syarat formal gugatan

Saat membuat gugatan, anda sebagai penggugat harus memperhatikan syarat-syarat formil gugatan yaitu yang menyangkut tata cara mengajukan gugatan dan masalah kewenangan mengadili. Berdasarkan pasal 118 HIR dan pasal 8 RV, hal-hal yang termasuk dalam syarat formal gugatan diantaranya adalah masalah kelengkapan para pihak baik penggugat maupun tergugat (persona standi in judicio), kesesuaian atau kejelasan hubungan antara duduk perkara/posita dengan tuntutan/petitum dalam sebuah gugatan, serta kewenangan mengadili pengadilan, yang terdiri atas kewenangan absolut dan relatif.

Syarat-syarat formal ini bersifat kumulatif, dalam arti tidak dipenuhinya salah satu syarat tersebut dalam mengajukan surat gugatan ke pengadilan dapat mengakibatkan surat gugatan tersebut kabur (obscuur libel) dan/atau salah alamat (error in persona). Apabila ada salah satu prosedur formal pengajuan gugatan yang diajukan Penggugat dinilai salah, maka Tergugat dapat melakukan Eksepsi. Eksepsi adalah tangkisan terhadap gugatan yang tidak mengenai pokok perkara tetapi menyangkut segi formal dan surat gugatan.

Akibat salahnya prosedur dan diterimanya Eksepsi Tergugat maka Majelis Hakim akan menjatuhkan putusan bahwa gugatan dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk Verklaard) atau lebih dikenal dengan singkatan N.O. Gugatan tidak dapat diterima artinya Penggugat masih diperkenankan mengajukan gugatan baru setelah dilakukan perbaikan gugatan dan pemenuhan syarat-syarat formal terlebih dahulu.