Putusan NO karena Error in Persona

Yang dimaksud dengan Error In Persona adalah saat :

  • Yang bertindak sebagai Penggugat bukanlah orang yang berhak, sehingga orang tersebut tidak punya hak dan kapasitas untuk menggugat.
  • Keliru pihak yang ditarik sebagai Tergugat, misalnya, Penggugat menyebutkan nama Manajer Personalia sebagai wakil perusahaan yang digugat, padahal menurut UU Perseroan Terbatas yang dapat digugat adalah direktur utama perusahaan.
  • Pihak yang ditarik sebagai Tergugat tidak lengkap atau orang yang bertindak sebagai Penggugat tidak lengkap, misalnya, Penggugat adalah buruh dari perusahaan yang merupakan anak cabang dari perusahaan lain, maka yang ditarik sebagai Tergugat adalah perusahaan anak cabang serta perusahaan induknya. Dalam hal ini Penggugat harus dapat membuktikan bahwa perusahaan anak cabang tersebut benar-benar memiliki hubungan dengan perusahaan induk, misalnya dengan menunjukkan informasi dari media cetak seperti kliping koran. Karena yang biasanya terjadi perusahaan induk tidak mau ditarik sebagai Tergugat dan mengajukan eksepsi Error In Persona.

Dalam Putusan No.31/G/2006.PHI.PBR, Majelis Hakim PHI pada PN Pekanbaru mengabulkan Eksepsi Tergugat dengan pertimbangan Gugatan Penggugat adalah Error In Persona karena Penggugat keliru menarik Tergugat. Tergugat ternyata bukanlah pemilik dari wisma tempat Penggugat bekerja melainkan hanya merupakan pimpinan wisma. Di dalam hal ini, seharusnya jika Penggugat tidak mengetahui secara pasti siapa pemilik wisma, maka cukup menyebutkan Pemilik Wisma sebagai Tergugat, tanpa menyebut namanya.